Sunday, August 4, 2019

Bappeda Mimika Fgd Klhs-Rpjmd 2020-2024 Renstra Pembangunan Kepala Daerah Terpilih

KLHS RPJMD merupakan analsis sistematis / menyeluruh dan partisipatif yang menjadi tolak ukur setiap opd dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah dari setiap program kerja opd terkait dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan aspek lingkungan hidup sosial dan ekonomi untuk mendukung rencana strategis program kerja kepala daerah terpilih untuk lima tahun kedepan. Berikut Video Liputannya..
Bagikan:

Wednesday, April 24, 2019

Bappeda Mimika Kunjungan Kerja Pusat Litbang


Kunjungan Kerja Bappeda Mimika ke Pusat Litbang Bandung

Anggota Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Mimika melakukan kunjungan lapangan di Kampus Utama Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Cileunyi Bandung. Kunjungan ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 25 September 2018. Kunjungan diterima oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kelitbangan Aris Prihandono dan didampingi oleh Kepala Seksi Layanan Balai Litbang Tata Bangunan dan Lingkungan Muhajirin.

Kunjungan kerja ini dalam rangka terkait bidang infrastruktur dan kewilayahan dengan model perencanaan dan konstruksi perumahan knockdown.
Sebelum diskusi dimulai, anggota BAPPEDA diperkenalkan terkait teknologi yang telah dihasilkan oleh Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman. Diskusi dibuka oleh Kepala Seksi Layanan Balai Litbang Tata Bangunan dan Lingkungan. Para anggota BAPPEDA tertarik dengan penerapan teknologi RISHA. Setelah diskusi selesai, para anggota BAPPEDA mengunjungi workshop dan Lab. Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan dan Lab. Balai Litbang AMPLP. Di setiap laboratorium para peneliti dan teknisi laboratorium memberikan informasi dan menjawab pertanyaan dari para anggota BAPPEDA. (ofi/putri)


Bagikan:

Bappeda Siapkan Rencana Aksi Sukses PON 2020

Kepala Bappeda Kabupaten Mimika Simon Mote



MIMIKA, BM
Hasil pertemuan dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Hotel Grand Mozza beberapa waktu lalu, mengharuskan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika untuk menyiapkan Rencana Aksi Sukses PON 2020 nanti.
Terkait hal tersebut, Bappeda mulai minggu kemarin telah melakukan pertemuan secara internal untuk melakukan penyusunan rencana aksi tersebut, diantaranya menyiapkan dukungan terhadap persiapan venue 9 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Kabupaten Mimika.
Persiapan ini melibatkan beberapa OPD terkait seperti Dinas Informasi dan Komunikasi, Dinas Pekerjaan Umum, Satuan Polisi Pamong Praja dan OPD lainnya.
"Kominfo sebagai pihak yang menyiapkan fasilitas komunikasi dan keperluan dalam melengkapi infrastruktur yang masih kurang, begitupun PU menyiapkan keperluan teknis infrastruktur. Misalnya saat ini pemerintah provinsi sedang membangun venue olahraga futsal, jalan masuknya harus disiapkan oleh PU. Satpol PP misalnya untuk pengamanan atlet. Kitapun juga melibatkan kepolisian dan TNI untuk pengamanan nanti," jelasnya.
Motte mengatakan, pihaknya juga telah mengakomodir anggaran persiapan guna rencana aksi sukses PON nanti. Tahun 2019, proses ini mulai dilakukan hingga 2020 tinggal menyisahkan pelaksanaan saja.
“Misalnya usulan mengenai 3 hal seperti akses jalan masuk, fasilitas untuk cabang basket ukuran 3x3 juga untuk cabang bilyard karena pemerintah daerah akan membangun gedung dan pemerintah provinsi menyiapkan fasilitasnya seperti meja dan stik bilyard. Dalam hal pendanaan pun semuanya dirumuskan dalam Rencana Aksi Sukses PON 2020 baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk kemudian disingkronkan bersama,” jelasnya.
Menurutnya, diperkirakan peserta yang hadir pada PON 2020 nanti berkisar 60 ribu orang sehingga keperluan peserta dan akomodasinya harus dipersiapkan dengan matang baik fasilitas hotel untuk penginapan, transportasi, hingga konsumsi peserta.
“Untuk teknis kita siapkan dengan perencanaan yang matang sehingga apa yang menjadi kebutuhan kegiatan nanti harus terpenuhi. Ini kolaborasi antara pemerintah provinsi dan Mimika sehingga akan melibatkan banyak OPD termasuk pihak keamanan,” ujarnya. (Elf)
Bagikan:

Bappeda Gelar Seminar Survey dan Pemetaan di 18 Distrik

Aktifitas kerja di kantor Bappeda Kab.Mimika

MIMIKA, BM

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika menggelar Seminar Pendahuluan Kegiatan Survey dan Pemetaan 18 Distrik yang dihadiri oleh perwakilan OPD dan distrik di ruang pertemuan Bappeda, Jumat (2/11).

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda Mimika Adolf Halley, bertujuan agar tersedianya sistem database sebagai wadah informasi dan data dasar yang terintegrasi dengan sistem database yang fleksibel, efisien dan sistematis serta dapat diakses dengan mudah oleh para pengunanya.

Kegiatan survei dan pemetaan bertujuan juga untuk membuat informasi peta wilayah Kabupaten Mimika yang menjadi kesepakatan batas wilayah administrasi.

Kepada BeritaMimika, usai kegiatan Asisten Adolf Hallley mengatakan sasaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah agar terbentuknya suatu sistem informasi geodatabase yang terintegrasi dengan cepat, akurat mudah dan terkini (up to date).

“Supaya kita punya data dan informasi yang diinginkan oleh para pengguna. Informasi ini nantinya akan disajikan dalam bentuk peta dasar, tematik, tabel dan grafik,” ujarnya.
Ia mengatakan seiring pesatnya pertumbuhan sosial, ekonomi, infrastruktur dan peningkatan investasi di Indonesia khususnya Mimika, maka kebutuhan informasi berbasis spasial wilayah merupakan suatu hal yang sangat penting.
“Ini merupakan perwujudan dari Undang-undang Nomor 14 Tahun 2014 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mana pemerintah daerah sebagai penyelenggara program pembangunan dan pelayanan publik harus membuka akses layanan informasi secara terbuka dan transparan bagi masyarakat,” jelasnya.
Di jelaskan dalam undang-undang ini, semua lembaga publik terutama milik pemerintah berkewajiban membuka akses atas informasi secara wajar terhadap publik.
“Ini survey awal yang akan dilakukan oleh konsultan. Mereka akan turun lapangan rampungkan hasilnya dan akan disampaikan pada seminar hasil akhir, awal bulan depan.
Semua data ini nantinya akan dipakai oleh tiap OPd untuk berbagai kepentingan dan siapa saja bisa mengakses dan menggunakan datanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Firdaus konsultan dari PT. Geo Inti Spasil Makassar yang melakukan survey tersebut, mengatakan, waktu survey 4 bulan yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan survey primer (langsung ke lapangan) dan survey sekunder (data dari OPD terkait).
Survey pemetaan ini hasilnya berupa identifikasi dan inventarisasi sarana dan prasarana pemerintah daerah dan swasta yang sudah dibangun.
Harapannya, sarana prasarana dan batas data wilayah ini bisa diakses masyarakat sehingga masyarakat dan OPD teknis bisa melihat kemajuan di Mimika.
“Kemudahan informasi yang diharapkan nanti menciptakan suatu data yang menjadi dukungan untuk program-program strategis di Mimika, sehingga mendukung program bupati untuk dilaksanakan di distrik mana yang masih kekurangan dan mendesak terkait dengan kebutuhan sarana dan prasaran terutama infrastruktur di desa seperti jalan, pendidikan dan kesehatan,” jelasnya. (Nal)
Bagikan:

Info Bappeda Mimika

Update Informasi Harian Bappeda Mimika Disini...Terimakasih

Artikel Bappeda